Orang Jawa tidak memiliki lembaga ilmu pengetahuan, dan semangat untuk mengadakan penelitian sangat sedikit. Orang-orang biasa tidak memiliki waktu luang dan keinginan untuk mengembangkan pemikiran atau mencari informasi.
Meskipun begitu, mereka bukannya tidak memiliki kecerdasan dan kebijaksanaan alamiah.
Pemikiran dan perasaan Orang Jawa tajam dan peka, penilaian mereka tentang karakter biasanya tepat. Seperti bangsa timur pada umumnya, mereka sangat mengagumi dan antusias terhadap puisi dan memiliki pendengaran yang peka terhadap musik.
Meskipun energi yang dimiliki sedikit, dan gelisah dalam menghadapi kesulitan, yang akibatnya melemahkan keadaan dan juga melemahkan pemerintah mereka, tetapi Orang Jawa memiliki kemampuan yang besar dalam menghadapi penindasan, dan kadang mereka memiliki ketekunan dalam mengatasi rintangan sebagai pekerja abadi.
Meskipun tertinggal dan tidak berkembang, Orang Jawa bukannya tidak memiliki pengetahuan tentang hal-hal umum berkaitan dengan tujuan mereka, bahkan sering membuat orang Eropa terheran-heran dengan kepandaian mereka dalam menemukan jalan yang berguna, dan mereka menyelesaikan kesulitan dengan peralatan yang tampaknya tidak mencukupi.
Sumber: The History of Java, Thomas Stamford Raffles, Yogyakarta: Narasi, Halaman 154

Tidak ada komentar:
Posting Komentar